Rangkuman Sistem Komputer XI Semester II
RANGKUMAN SISTEM
KOMPUTER KELAS XI SEMESTER 2
By : Abdul Gopur
SMK ISLAM 1 BLITAR
BAB 1 – MEMAHAMI
STRUKTUR DAN FUNGSI CPU
KB 1 - Struktur
dan fungsi CPU
CPU (prosesor) merupakan komponen
terpenting dari sistem komputer. CPU adalah komponen pengolah data berdasarkan
instruksi – instruksi yang diberikan kepadanya. Komponen penyusun CPU
diantaranya :
1.
Arithmetic
and Logic Unit (ALU)
Bertugas
membentuk fungsi-fungsi pengolahan data computer, sering disebut mesin bahasa
(machine language) karena bagian ini mengerjakan instruksi – instruksi bahasa
mesin yang diberikan padanya.
2.
Control
Unit
Bertugas
mengontrol operasi CPU dan secara keselurahan mengontrol computer sehingga
terjadi sinkronisasi kerja antar komponen dalam menjalankan fungsi – fungsi
operasinya.
3.
Registers
Media
penyimpan internal CPU yang digunakan
saat proses pengolahan data.
4.
CPU
Interconnections
Sistem
koneksi dan bus yang menghubungkan komponen internal CPU.
Hal-hal yang dilakukan CPU adalah sebagai berikut :
1.
Fetch
instruction (mengambil instruksi) yaitu CPU membaca instruksi dari memori.
2.
Interpret
instruction (menterjemahkan instruksi) yaitu CPU menerjemahkan instruksi untuk
menentukan langkah yang diperlukan.
3.
Fetch data
(mengambil data) yaitu eksekusi instruksi yang mungkin memerlukan pembacaan
data dari memori datau dari modul I/O.
4.
Process
data (mengolah data) yaitu eksekusi instruksi yang memerlukan operasi aritmatik
5. Write data (menulis data) yaitu hasil eksekusi yang mungkin
memerlukan penulisan data ke memori datau ke modul I/O.
KB 2 – Control Unit
Tugas dari CU adalah sebagai berikut:
1.
Mengatur
dan mengendalikan alat-alat input dan output.
2.
Mengambil
instruksi-instruksi dari memori utama.
3.
Mengambil
data dari memori utama kalau diperlukan oleh proses.
4.
Mengirim
instruksi ke ALU bila ada perhitungan aritmatika atau perbandinganlogika serta
mengawasi kerja.
5.
Menyimpan
hasil proses ke memori utama.
Proses tiga langkah karakteristik unit control:
1.
Menentukan
elemen dasar prosesor.
2.
Menjelaskan
operasi mikro yang akan dilakukan prosesor.
3.
Menentukan
fungsi-fungsi yang harus dilakukan unit control agar menyebabkan pembentukan
operasi mikro.
Masukan-masukan unit control:
1.
Clock /
pewaktu, pewaktu adalah cara unit control dalam menjaga waktunya.
2.
Register
instruksi, opcode instruksi saat itu digunakan untuk menentukan operasi mikro
mana yang akan dilakukan selama siklus eksekusi.
3.
Flag, untuk
menentukan status prosesor dan hasil operasi ALU sebelumnya.
4.
Sinyal
control untuk mengontrol bus, bagian bus control bus system memberikan
sinyal-sinyal ke unit control, seperti sinyal-sinyal interupsi dan
acknowledgement.
Keluaran-keluaran unit control:
Sinyal control didalam prosesor terdiri
dari dua macam:
1.
Sinyal-sinyal
yang menyebabkan data dipindahkan dari register yang satu keregister yang
lainnya
2.
Sinyal-sinyal
yang dapat mengaktifasi fungsi-fungsi ALU tertentu.
KB 3 – Register
Dua fungsi dari register dalam CPU :
1.
User-visible
Register, adalah register yang dapat direferensikan dengan menggunakan bahasa
mesin yang dieksekusi CPU, User-visible terdiri dari :
a.
General
Purpose Register
Ø Digunakan untuk mode pengalamatan dan data.
Ø Akumulator ( aritmatika, Shift, Rotate).
Ø Base Register (Rotate,Shift, aritmatika.
Ø Counter Register ( Looping.
Ø Data Register (menyimpan alamat I/O device).
b.
Register Alamat
Ø Digunakan untuk mode pengalamatan.
Ø Segment Register (Code Segment, Data Segment, Stack Segment, Extra
Segment).
Ø Register Index / Stack Index, Data Index (untuk menyimpan
alamatalamat yang terindeks).
Ø Stack Pointer (register yang dedicated menunjuk kebagian teratas
stack).
c.
Register
Data
Ø Digunakan untuk menampung data.
d.
Register
Kode Status Kondisi (Flag)
Ø Kode yang menggambarkan hasil operasi sebelumnya.
2.
Control and
Register, adalah register-register yang digunakan oleh unit
3.
kontrol
untuk mengontrol operasi CPU dan oleh program sistem operasi untuk mengntrol
eksekusi program. Terdapat empat register yang penting adalah :
a.
Program
Counter (PC)
§ Berisi alamat instruksi yang akan diambil
b.
Instruction
Register (IR)
§ Berisi alamat instruksi terakhir
c.
Memory
Address Register (MAR)
§ Berisi alamat penyimpanan dalam memorid.
d.
Memori
Buffer Register (MBR)
§ Berisi data yang dibaca dari memori atau yang diyliskan ke memori
e.
Memori Data
Register (MDR)
§ Merupakan register yang digunakan untuk menampung data atau
instruksi hasil pengiriman dari memori utama ke CPU atau menampung data yang
akan direkam ke momori utama dari hasil pengolahan CPU.
Fungsi CPU
Fungsi CPU, yaitu
Menjalankan program – program yang disimpan dalam memori utama dengan cara
mengambil instruksi – instruksi, menguji instruksi tersebut dan mengeksekusinya
satu persatu sesuai alur perintah.
BAB 2 – MEMAHAMI
KARAKTERISTIK SET INSTRUKSI
KB 1
– Elemen elemen instruksi
Elemen Instruksi :
Ø Operation Code/Kode Operasi: menspesifikasikan operasi yang akan
dilakukan (misalnya, ADD).
Ø Operasi dispesifikasikan oleh kode biner, dikenal sebagai kode
operasi(opcode).
Ø Source Operand Reference/Referensi Operand Sumber: operasi dapat
mencakup satu atau lebih sumber, operand merupakan input bagi operasi.
Ø Result Operand Reference/Reference Operand Hasil: operasi dapat
membuat hasil operasi.
Ø Next Instruction Reference/Reference Operand Selanjutnya: elemen
ini memberitahu CPU posisi instruksi berikutnya yang harus diambil setelah
menyelesaikan eksekusi suatu instruksi.
Sumber dan hasil operand dapat berada di salah satu dari ketiga
daerah di bawah ini:
Ø Memori utama/memori virtual: dengan referensi alamat berikutnya,
maka alamat memori utama atau virtual harus diketahui.
Ø Register CPU: instruksi harus diberi nomor register yang dimaksud.
Ø Perangkat I/O: instruksi harus menspesifikasikan modul I/O yang
diperlukan oleh operasi.
Representasi Instruksi
Dalam komputer, instruksi direpresentasikan oleh sekumpulan
bit.Mnemonic Adalah singkatan-singkatan yang mengindikasikan suatu operasi yang
merupakan representasi dari opcode.Contoh Mnemonic:
- ADD Add (penambahan)
- SUB Substract (pengurangan)
- LOAD Muatkan data dari memori
- INC Increment (penambahan
dengan satu)
KB 2
– Tipe – tipe Instruksi
Tipe atau jenis-jenis instruksi
- Data
procecessing: Arithmetic dan
Logic Instructions
adalah pemrosesan yang dapat mengubah data menjadi
informasi/pengetahuan
- Data
storage: Memory instructions
Disebut sebagai memori komputer, merujuk kepada komponen komputer,
perangkat komputer, dan media perekaman yang mempertahankan data digital
digunakan untuk beberapa interval waktu.
- Data
Movement: I/O instructions
Proses data movement ini adalah memindahkan (dapat dikatakan membackup
juga) data – data dari database yang berupa data, indeks, grand, schema, dan
lain – lain ketempat baru.
Data movement terdiri dari 2 bagian besar yaitu :
Ø Load &
Upload [difokuskan untuk
memindahkan data yang berupa indeks atau data itu sendiri alias isi dari
database tersebut]
Ø Export
& Import [memindahkan data
secara lengkap, mulai dari grand, schema, dan seluruhnya]
Load berfungsi untuk memasukan data / transaksi ke sebuah
table.Sedangkan upload berfungsi untuk membuat dari data table ke fisik / file.
Kelemahan load adalah dalam prosesnya bisa saja terjadi data yang tidak
berpindah secara sempurna.
4. Control:
Test
and branch instructions
Control Unit – CU adalah salah satu bagian dari CPU yang bertugas
untuk memberikan arahan/kendali/ kontrol terhadap operasi yang dilakukan di
bagian ALU (Arithmetic Logical Unit) di dalam CPU tersebut.Pada awal-awal
desain komputer, CU diimplementasikan sebagai ad-hoc logic. Sekarang, CU
diimplementasikan sebagai sebuah microprogram yang disimpan di dalam tempat
penyimpanan kontrol (control store).
KB 3
– Tipe – tipe Operand
Operand adalah sebuah objek yang ada pada operasi matematika yang
dapat digunakan untuk melakukan operasi. Operand atau operator dalam bahasa C
berbentuk simbol bukan berbentuk keyword atau kata yang biasa ada di bahasa
pemrograman lain, seperti = ,* dsb.
Tipe Operand
- Tipe
Data
Ada
2 kategori dari tipe data yaitu tipe dasar dan tipe bentukan.
1. Tipe dasar adalah tipe data yang selalu tersedia pada setiap
bahasa pemograman, antara lain :
1) Bilangan bulat
2) Bilangan pecahan
3) Karakter
2. Tipe
bentukan adalah tipe data yang dibentuk dari kombanisasi tipe dasar, antara
lain :
1) Array (larik)
2) String
- Variabel
Adalah
nama yang mewakili sutau elemen data seperti : jenkel untuk jenis kelamin,
t4lahir untuk tempat lahir, alamat untuk alamat dsb.Ada aturan tertentu yang
wajib diikuti dalam pemberian nama variabel, antara
lain :
1)
Harus
dimulai dengan abjad tidak boleh dengan angka atau simbol.
2)
Tidak boleh
ada spasi diantaranya
3)
Jangan
menggunakan simbol-simbol yang bisa membingungkan
seperti titik dua,
titik koma, kima, dan sebagainya.
4)
Sebaiknya
memiliki arti yang sesuai dengan elemen data.
5)
Sebaiknya
tidak terlalu panjang
- Operator dan Operand
Operand adalah data, tetapan, perubah/ hasil dari suatu fungsi
sedangkan Operator merupakan simbol-simbol yang memiliki fungsi untuk
menghubungkan operand sehingga menjadi tranformasi.
Jenis-jenis operator adalah sebagai berikut :
a. Operator
Aritmetika
Seperti:
+(penjumlahan), – (mengurangkan), * (mengalikan), / (membagi).
b. Operator
relational
Operator untuk
menyatakan relasi atau perbandingan antara dua operand, seperti > (lebih
besr), =(lebih besar atau sama), <= (lebih kecil atau sama), == (sama), !=
(tidak sama).
c. Operator
Logik
Operator untuk
merelasikan operand secara logis seperti && (and), || (or), !(not).
KB 4 – Tipe – tipe operasi data
- TRANSFER
DATA
Ø Menetapkan lokasi operand sumber dan operand tujuan.
Ø Lokasi-lokasi tersebut dapat berupa memori, register atau bagian
paling atas daripada stack.
Ø Menetapkan panjang data yang dipindahkan.
Ø Menetapkan mode pengalamatan.
Tindakan CPU untuk melakukan transfer data adalah :
Ø Memindahkan data dari satu lokasi ke lokasi lain.
Ø Apabila memori dilibatkan :
- Menetapkan alamat memori.
- Menjalankan transformasi alamat memori virtual ke alamat memori
aktual.
-
Mengawali
pembacaan / penulisan memori
Operasi set instruksi untuk transfer data :
1.
MOVE :
memindahkan word atau blok dari sumber ke tujuan
2.
STORE :
memindahkan word dari prosesor ke memori.
3.
LOAD :
memindahkan word dari memori ke prosesor.
4.
EXCHANGE :
menukar isi sumber ke tujuan.
5.
CLEAR / RESET
: memindahkan word 0 ke tujuan.
6.
SET :
memindahkan word 1 ke tujuan.
7.
PUSH :
memindahkan word dari sumber ke bagian paling atas stack.
8.
POP :
memindahkan word dari bagian paling atas sumber
- ARITHMETIC
Tindakan CPU untuk melakukan operasi arithmetic :
1)
Transfer
data sebelum atau sesudah.
2)
Melakukan
fungsi dalam ALU.
3)
Menset
kode-kode kondisi dan flag.
Operasi set instruksi untuk arithmetic :
1. ADD : penjumlahan
2. SUBTRACT :
pengurangan
3. MULTIPLY : perkalian
4. DIVIDE : pembagian
5. ABSOLUTE
6. NEGATIVE
7. DECREMENT
8. INCREMENT
Nomor 5 sampai 8
merupakan instruksi operand tunggal.
- LOGICAL
Operasi set instruksi
untuk operasi logical :
a.
AND, OR,
NOT, EXOR
b.
COMPARE :
melakukan perbandingan logika.
c.
TEST :
menguji kondisi tertentu.
d.
SHIFT :
operand menggeser ke kiri/kanan menyebabkan konstanta ujung bit.
e.
ROTATE :
operand menggeser ke kiri atau ke kanan dengan ujung yang terjalin.
- CONVERSI
.
Operasi set instruksi
untuk conversi :
·
TRANSLATE :
menterjemahkan nilai-nilai dalam suatu bagian memori berdasrkan tabel
korespodensi.
·
CONVERT :
mengkonversi isi suatu word dari suatu bentuk ke bentuk lainnya.
- INPUT
/ OUPUT
Tindakan CPU untuk
melakukan INPUT /OUTPUT :
Ø Apabila memory mapped I/O maka menentukan alamat memory mapped.
Ø Mengawali perintah ke modul I/O
Operasi set instruksi Input / Ouput :
Ø INPUT : memindahkan data dari pernagkat I/O tertentu ke tujuan
Ø OUTPUT : memindahkan data dari sumber tertentu ke perangkat I/O
Ø START I/O : memindahkan instruksi ke prosesor I/O untuk mengawali
operasi I/O
Ø TEST I/O : memindahkan informasi dari sistem I/O ke tujuan
- TRANSFER
CONTROL
Tindakan CPU untuk transfer control : Mengupdate program counter
untuk
subrutin , call / return.
Operasi set instruksi untuk transfer control :
1.
JUMP
(cabang) : pemindahan tidak bersyarat dan memuat PC dengan alamat tertentu.
2.
JUMP
BERSYARAT : menguji persyaratan tertentu da nmemuat PC dengan alamat tertentu
3.
JUMP
SUBRUTIN : melompat ke alamat tertentu.
4.
RETURN :
mengganti isi PC dan register lainnya yang berasal dari lokasi tertentu.
5.
EXECUTE :
mengambil operand dari lokasi tertentu dan mengeksekusi sebagai instruksi
6.
SKIP :
menambah PC sehingga melompati instruksi berikutnya.
7.
SKIP
BERSYARAT : melompat atau tidak melakukan apa-apa berdasarkan pada persyaratan
8.
HALT :
menghentikan eksekusi program.
9.
WAIT (HOLD)
: melanjutkan eksekusi pada saat persyaratan dipenuhi.
10. NO OPERATION : tidak ada operasi yang dilakukan.
- CONTROL
SYSTEM
Hanya dapat dieksekusi ketika prosesor berada dalam keadaan khusus
tertentu atau sedang mengeksekusi suatu program yang berada dalam area khusus,
biasanya digunakan dalam sistem operasi.
KB 5
– Instruksi percabangan
Struktur Branching (Percabangan)
1. IF
Digunakan untuk
memeriksa suatu kondisi dan melaksanakan instruksi lain jika kondisi tersebut
terpenuhi atau bernilai true. Statement pada sintaks if boleh berupa satu
instruksi tunggal atau beberapa instruksi (block statement) yang ditulis dalam
{}.
2. If Else
Statement dapat
berupa instruksi kosong, instruksi tunggal atau
beberapa instruksi yang dilingkup dengan { }. Tidak diperbolehkan ada klausa
else tanpa instruksi if.
3. Nested If (Struktur If bersarang)
Yaitu pada suatu instruksi if, statement yang dikerjakan apabila
kondisi bernilai true dapat berupa instruksi if yang lain. Hal yang sama juga
berlaku untuk statement yang dikerjakan pada bagian klausa else.
BAB 3 – MODE DAN FORMAT PENGALAMATAN
KB 1 –
Inherent
Dalam
mode pengalamatan inherent, semua informasi yang dibutuhkan untuk operasi telah
diketahui otomatis oleh CPU, dan tidak dibutuhkan operan eksternal dari memori
atau dari program. Karena itu operasi ini hanyalah terdiri dari satu byte
instruksi. Contoh: 0200 4C INCA ; increment akumulator.
Pertama
CPU membaca kode operasi $4C, kemudian CPU akan menyimpan harga baru ke dalam
akumulator dan mengeset bitflag jika dibutuhkan.
Instruksi-instruksi
Mode Pengalamatan INHERENT
KB 2 – Immediate
Dalam mode pengalamatan immediate,
operan terkandung di dalam byte yang langsung mengikuti kode operasi.Operasi
dengan mode ini membutuhkan dua byte instruksi, satu untuk kode operasi dan
satu lagi untuk data byte. Contoh: 0200 A6 02 LDA #$02 ; Load konstanta ke akumulator.
Pertama CPU akan membaca kode
operasi $A6, kemudian CPU akan membaca dataimmediate $02 dari lokasi memori
dengan alamat $0201 ke dalam akumulator.
Instruksi-instruksi Mode
Pengalamatan immediate :
KB 3 –
Direction
Mode
pengalamatan direct menyebabkan efisiensi alamat dalam 256 byte pertama dalam
memori. Pengalamatan direct ini efisien bagi memori program dan waktu eksekusi.
Dalam mode ini instruksi terdiri dari dua byte, satu untuk kode operasi dan
satu lagi untuk alamat operan. Contoh: 0200 B6 E0 LDA $E0
Pertama
CPU akan membaca kode operasi $B6, kemudian CPU membaca $E0 dari lokasi memori
dengan alamat $0201. Harga $E0 ini diterjemahkan sebagai low-order dari alamat
dalam direct page ($0000 sampai $00FF).Setelah itu CPU menyusun alamat lengkap
$00E0 dengan menganggap high-order byte alamat sebagai $00.Alamat lengkap $00E0
ini kemudian diletakkan dalam bus alamat dan diproses.
Instruksi-instruksi
Mode Pengalamatan direct :
KB 4 –
Extended
Pengalamatan
extended ini dapat digunakan untuk mengakses semua lokasi dalam memori
mikrokontroler termasuk I/O, RAM, ROM, dan EPROM. Karena itu operasi ini
membutuhkan tiga byte, satu untuk kode operasi, dan dua untuk alamat dari
operan.Contoh : 0200 C6 03 65 LDA $0365
Pertama
CPU akan membaca kode operasi C6, kemudian CPU akan membaca $03 dari lokasi
memori $0201 dan diterjemahkan sebagai alamat highorder. Setelah itu CPU
membaca $65 dari lokasi $0202 dan diterjemahkan sebagai low-order dari alamat.
Terakhir, CPU membangun alamat lengkap $0365 dan meletakkannya dalam bus alamat
dan kemudian melakukan operasi read.
Instruksi-instruksi
Mode Pengalamatan extended :
KB 5
– Indexed
Alamat efektif adalah variabel dan tergantung pada dua faktor: 1)
isi index register saat itu dan 2) nilai offset yang terkandung dari byte yang
mengikuti kode operasi. Terdapat tiga jenis pengalamatan indexed yang didukung
oleh CPU keluarga M68HC05, yaitu:
1. indexed-no offset
Alamat efektif dari operan terkandung dalam index register 8-bit.
Dapat mengakses 256 lokasi memori (dari $0000 sampai $00FF).Instruksi mode ini
membutuhkan satu byte instruksi. Contoh: 0200 F6 LDA 0,X
Indexed-no offset
dan Indexed-8 bit offset, antara lain: ADC, ADD, AND, ASL; ASR, BIT, CLR, CMP;
COM, CPX, DEC, EOR; INC, JMP, JSR, LDA; LDX, LSL, LSR, NEG; ORA, ROL, ROR, SBC;
STA, STX, SUB, TST.
2. 8-bit offset
Alamat efektif dicapai dengan menambahkan data byte yang mengikuti
kode operasi dengan isi dari index register. operasi ini adalah dua byte
instruksi di mana offset terkandung dalam byte
yang mengikuti kode operasi. Isi dari index register tidak akan dirubah.
Contoh: 0200 E6 05 LDA 5,X
3. 16-bit offset
Alamat efektif dari operan suatu instruksi adalah hasil
penjumlahan antara isi dari index register 8-bit dengan dua byte alamat yang
mengikuti kode operasi.Instruksi ini memakan tiga byte, satu untuk kode operasi
dan dua byte untuk offset 16-bit. Contoh: 0200 D6 03 77 LDA $377,X
Instruksi-instruksi Mode Pengalamatan indexed-16 bit offset :
KB 6
– Relative
Digunakan hanya dalam instruksi percabangan. Karena
kemampuannya untuk bercabang ke dua arah, byte offset adalah bilangan bertanda
dengan jangkauan –128 sampai +127. Jika kondisi percabangan TRUE, isi dari byte
bertanda 8-bit; jika FALSE maka kontrol program akan terus ke instruksi di
bawah instruksi percabangan. Contoh: 0200 27 rr BEQ DEST. (PUSPANDA HATTA, 2016)
Daftar Pustaka
PUSPANDA HATTA, M. d. (2016). Sistem
Komputer XI. Surakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Download File' nya disini Um :v !!!








Leave a Comment