Rangkuman Komputer Terapan XI Semester II
RANGKUMAN KOMPUTER TERAPAN
XI-SEMESTER 2
By: Abdul Gopur
SMK Islam 1 Blitar
BAB
I
Kegiatan
Belajar 1 : Setup/Instalasi Perangkat Lunak
Perangkat/piranti lunak adalah program komputer yang
berfungsi sebagai sarana interaksi antara pengguna dan perangkat keras. Perangkat lunak dapat dibagi menjadi 3
kelompok, yaitu :
a. System Software
Adalah perangkat lunak yang digunakan untu membantu
menjalankan perangkat keras dan sistem komputer.
b. Programming Software
Adalah perangkat lunak yang menyediakan alat bantu
atau fungsi yang dapat membantu programmer dalam membuat program komputer.
c. Application Software
Adalah perangkat lunak yang digunakan membantu
manusia mengerjakan tugas-tugas tertentu.
1.
Virtualisasi
Dalam ilmu komputer, virtualisasi adalah istilah
umum yang mengacu kepada abstraksi dari sumber daya komputer. Virtualisasi bisa
diartikan sebagai pembuatan suatu bentuk simulasi dari sesuatu yang asalnya
bersifat fisik,
Ada dua jenis
virtualisasi yaitu
1. virtualisasi penuh yaitu mensimulasikan secara
lengkap hal-hal yang mendasari suatu perangkat.
2. virtualisasi paruh yaitu hanya mensimulasikan
beberapa hal dari perangkat tsb.
Beberapa alasan pengunaan virtualisasi:
a. Dalam hal penggabungan server, banyak server
kecil yang digantikan dengan satu server besar.
b. Kemudahan dalam pengaturan konfigurasi untuk
membuat sebuah sistem operasi secara virtual yang dapat dilakukan dengan cepat.
c. Error atau kesalahan yang terjadi pada mesin
virtual tidak akan membahayakan sistem komputer host.
2.
Virtual Box
VirtualBox adalah paket perangkat lunak virtualisasi
untuk computer berbasis x86 dan AMD64/Intel64 dari Oracle Corporation.
3.
Sistem Operasi
Sistem Operasi adalah perangkat lunak yang bertugas
mengelola penggunaan sumberdaya dalam komputer dan menyediakan antarmuka bagi
pengguna untuk mengakses sumber daya tersebut.
Fungsi-fungsi sebuah sistem operasi secara umum
antara lain :
a. Antar muka pengguna
Fungsi ini merupakan fungsi yang paling mudah
dikenali oleh pengguna.
b. Manajemen memori
Memori utama atau lebih dikenal sebagai memori
adalah sebuah array yang besar dari word atau byte.
c. Manajemen file
File (berkas) adalah kumpulan informasi yang
berhubungan, sesuai dengan tujuan pembuat berkas tersebut.
d. Manajemen Proses
Proses adalah sebuah program yang sedang dieksekusi.
e. Manajemen I / O
Sistem ini sering disebut dengan device manager.
4.
Sistem Operasi Jaringan
Untuk menjaga konektivitas di antara lapisan-lapisan
tersebut, ISO (International Standard Organization) sebagai sebuah lembaga yang
bertugas menjaga standarisasi di bidang teknologi mengeluarkan suatu standar
yang dikenal dengan OSI (Open System Interconnection).
Terdapat
beberapa sistem operasi yang luas digunakan baik untuk computer server maupun
komputer workstation antara lain :
·
Sistem operasi untuk server :
·
Ubuntu Server 12.04 LTS
·
Microsoft Windows Server 2012
·
Sistem operasi untuk workstation :
·
Ubuntu Desktop 12.04
·
Windows 7
5.
Komputer Server
Komputer server bertugas dan berfungsi untuk
melayani dan mengontrol seluruh jaringan.
6.
Komputer Client (Workstation)
Komputer Workstation merupakan komputer yang menjadi
tempat dimana pengguna komputer jaringan bekerja. Dalam memilih dan menentukan
konfigurasi ideal sebuah komputer workstation perlu memperhatikan beberapa hal
berikut :
•Sistem aplikasi apa yang akan digunakan dengan
jaringan tersebut.
•Sistem operasi jaringan apa yang akan digunakan.
•Arsitektur jaringan apa yang akan digunakan.
•Perkembangan system komputerisasi yang akan
digunakan.
7.
Konfigurasi Jaringan
Konfigurasi TCP/IP, atau mengatur IP address secara
manual,baik menggunakan tampilan antarmuka ataupun menggunakan baris perintah
pada CLI.
Untuk mengkonfigurasi Interface jaringan di Linux,
perintah yang digunakan adalah perintah ifconfig.
8. Backup Dan Restore
Semua sistem tersebut memiliki satu tujuan, yaitu
keamanan dan keutuhan data dalam jaringan.Untuk memilih utilitas backup yang
akan dipergunakan, bisa mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
•Mendukung perangkat atau media backup yang
dipergunakan.
•Mendukung proses backup dengan cara full
backup/incremental backup. Full backup adalah membackup seluruh data atau file
yang dipilih dengan membuat backup baru.Sedangkan Incremental backup adalah
menyambung atau menambahkan data backup baru ke data backup sebelumnya.
•Menyediakan fasilitas backup terjadwal atau
berkala.
•Kemampuan untuk melakukan backup terhadap file yang
terbuka (open file).
•Dukungan terhadap system aplikasi database yang
dipergunakan sehingga utilitas tersebut mampu membackup data dan sistem
database.
•Bersifat kearsipan adalah adanya fasilitas kompresi
data.
BAB
2
KB
2 : FUNGSI DAN KINERJA PIRANTI KOMPUTER TERAPAN
1.
IP Address
ipconfig merupakan tools untuk menampilkan setting
jaringan yang digunakan oleh sebuah komputer. Perintah IPConfig digunakan untuk
melihat indikasi pada konfigurasi IP yang terpasang pada Komputer kita.
IP address adalah alamat yang diberikan pada
jaringan komputer dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP
address terdiri atas 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat
kelompok angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 192.168.1.1.
IP address terdiri atas dua bagian yaitu network ID
dan host ID, dimana network ID menentukan alamat jaringan komputer, sedangkan
host ID menentukan alamat host (komputer,
router, switch).
Pembagian kelas IP Address :
a. Kelas A
Oktet pertamanya mempunyai nilai 0 sampai 127, dan
pengalamatan Kelas A masing-masing dapat mendukung 16.777.214 host. Kelas A
hanya menggunakan octet pertama ID jaringan, tiga octet yang tersisa disediakan
untuk digunakan sebagai HostId. IP address kelas A diberikan untuk jaringan
dengan jumlah host yang sangat besar.
Karakteristik Kelas A:
·
Bit pertama : 0
·
Panjang NetlD : 8 bit
·
Panjang HostlD : 24 bit
·
Byte pertama : 0-127
·
Jumlah : 126 kelas A (0 dan 127
dicadangkan)
·
Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai dengan
126.xxx.xxx.xxx
·
Jumlah IP : 16.777.214 IP Address pada tiap kelas A
b. Kelas B
Oktet pertamanya mempunyai nilai 128 sampai 191, dan
pengalamatan Kelas B masingmasing dapat mendukung 65.532 host. IP address kelas
B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar.
Karakteristik Kelas B:
·
2 Bit pertama : 10 panjang
·
NetlD : 16 bit Panjang
·
HostlD : 16 bit
·
Byte pertama : 128-191
·
Jumlah : 16.384 kelas B
·
Range IP : 128.xxx.xxx sampai dengan
191.155.xxx.xxx
·
Jumlah IP : 65.532. IP Address pada tiap
kelas B
c. Kelas C
Oktet pertamanya mempunyai nilai 192 sampai 223, dan
pengalamatan Kelas B masingmasing dapat mendukung 256 host. IP Addrress Kelas C
sering digunakan untuk jaringan berskala kecil (LAN).
Karakteristik Kelas C:
·
3 Bit pertama : 110
·
Panjang NetlD : 24 bit
·
Panjang HostlD : 8 bit
·
Byte pertama : 192-223
·
Jumlah : 256 kelas B
·
Range IP : 192.0.0.xxx sampai dengan
223.255.255.xxx
·
Jumlah IP : 254 IP Address pada tiap
kelas C
Domain Name System (DNS) adalah suatu sistem
yang memungkinkan nama suatu host pada
jaringan komputer atau internet ditranslasikan menjadi IP address. DHCP
berfungsi untuk memberikan IP address secara otomatis pada computer yang
menggunakan protocol TCP/IP. Dalam pemberian nama, DNS menggunakan arsitektur
hierarki :
a) Root-level domain merupakan tingkat teratas yang
ditampilkan sebagai tanda titik (.).
b) Top level domain : kode kategori organisasi atau
negara misalnya: .com untuk dipakai oleh perusahaan; .edu untuk dipakai oleh
perguruan tinggi; .gov untuk dipakai oleh badan pemerintahan. Selain itu untuk
membedakan pemakaian nama oleh suatu Negara dengan negara lain digunakan tanda
misalnya .id untuk Indonesia atau .au untuk australia.
c) Second level domain merupakan nama untuk
organisasi atau perusahaan, misalnya: microsoft.com; yahoo.com, dan lain-lain.
IP address dan subnet mask dapat diberikan secara
otomatis menggunakan Dynamic Host Configuration Protocol atau diisi secara
manual. Nilai subnetmask untuk memisahkan network id dengan host id. Subnetmask
diperlukan oleh TCP/IP untuk menentukan apakah jaringan yang dimaksud adalah
jaringan local atau non local.
Network ID dan host ID di dalam IP address dibedakan
oleh penggunaan subnet mask. Masingmasing subnet mask merupakan pola nomor
32-bit yang merupakan bit groups dari semua (1) yang menunjukkan network ID dan
semua nol (0) menunjukkan host ID dari porsi IP address.
1.
Ping
Ping digunakan untuk test atau checking koneksi
dengan menggunakan protokol ICMP. Pada jaringan umumnya administrator
memanfaatkan tools ini untuk mempermudah penyelesaikan troubleshooting
jaringan. Ping merupakan singkatan dari Packet Internet Groper, merupakan
sebuah program kecil yang berguna untuk memeriksa konektivitas jaringan TCP/IP.
Ping bekerja dengan cara mengirim sebuah paket ICMP
(Internet Control Message Protocol ke komputer yang hendak diujicoba
konektivitasnya, lalu menunggu respon dari komputer atau host dimaksud. Jika komputer
target memberikan respon, berarti kedua komputer tersebut saling terhubung
dalam jaringan. Perintah Ping terdapat pada semua platform sistem operasi.
perintah PING juga digunakan sebagai bahan untuk menganalisa
kemungkinankemungkinan penyebab tidak bias mengakses suatu website. Dengan PING
akan mengetahui hubungan antara kedua jaringan Komputer.
Dari hasil PING ini, kita dapat mengetahui detail :
a. Mengetahui status up/down komputer atau server
tujuan dalam jaringan.
b. Memonitor availability status komputer dalam
jaringan.
c. Mengetahui responsifitas komunikasi sebuah
jaringan.
Beberapa
pesan yang mungkin muncul jika pinging tidak berhasil antara lain :
·
TTL Expired in Transit artinya jumlah
hop (router) yang dilalui untuk berkomunikasi dengan server tersebut telah
melebihi TTL (Time To Live), gunakan ping –i untuk mendefinisikan TTL pada saat
melakukan ping
·
Destination Host Unreachable artinya
packet yang dikirimkan tidak mampu sampai ke tujuan, biasanya disebabkan oleh
table routing yang tidak tepat di mesin default gateway, atau router/hop
diatasnya.
·
Request Timed Out : artinya pesan echo
replay tidak dapat diterima kembali dalam waktu yang sudah ditentukan. Biasanya
pesan ini muncul karena blockade yang mungkin dilakukan oleh firewall (baik disisi
router maupun di sisi target).
·
Ping request could not find host :
artinya resolving domain server tersebut pada pc kita tidak dapat menerjemah ke
IP address. Hal ini biasanya karena setting DNS client masih keliru atau
komunikasi kita dengan DNS server terganggu/terputus.
2.
Netstat
Netstat singkatan dari network status, digunakan
untuk berbagai keperluan, antara lain menampilkan tabel routing, menampilkan
services yang berjalan, menampilkan port protokol komunikasi yang sedang
terjadi. Netstat digunakan untuk menampilkan berbagai informasi network
seperti:
·
Informasi network connection
·
Tabel routing
·
Statistik interface
·
Informasi masquerade connection
·
Multicast membership
3.
Traceroute
Traceroute merupakan utilitas untuk menentukan dan
menampilkan informasi rute yang ditempuh suatu paket. Fitur ini selain tersedia
pada Network Tool dapat juga diakses melalui baris perintah menggunakan kata
kunci traceroute, misalnya dengan mengetikkan traceroute diikuti oleh alamat
host tujuan.
Traceroute digunakan untuk :
1) Membantu
mengetahui akar penyebab lambatnya koneksi dan mengetahui dimana persisnya
masalah tersebut.
2) Menjelaskan
bagaimana sistem-sistem saling terhubung satu sama lain termasuk bagaimana ISP
terhubung ke internet juga bagaimana sistem target tersambung.
4.
Portscan
Port Scan digunakan untuk melihat port apa saja yang
terbuka. Misalkan jika ingin melihat port apa saja yang terbuka pada komputer
localhost, ketikkan alamat tujuan pada Network address lalu pilih Scan. Port
Scan banyak digunakan untuk mencari titik lemah suatu host pada jaringan.
Kadangkala port scanner digunakan untuk tujuan yang kurang baik, seperti untuk
kegiatan hacking dan cracking.
5.
Lookup
Dalam Lookup adalah utilitas untuk query server DNS.
Lookup hanya dapat digunakan manakala host terhubung dengan server DNS. Lookup
menyediakan beberapa pilihan query. Pilih Information type dan pilih query yang
diinginkan. Linux dan Windows menyediakan utilitas mode teks yang berfungsi
sama dengan Lookup, namanya nslookup.
6.
Whois
Whois digunakan untuk mencari informasi suatu
domain. Whois ini dapat berfungsi maka komputer hams terhubung ke Internet atau
ke server Whois.
Finger digunakan untuk mencari informasi system
user, untuk alasan security adakalanya service finger dinonaktifkan.
7.
BIOS (Basic Input Output System)
Bios merupakan firmware yaitu sebuah tool yang telah
disediakan dalam motherboard. Cara untuk masuk kedalam bios tergantung dari
merk bios yang digunakan. Untuk jenis bios AMI AWARD dengan menekan tombol del
saat start komputer, sedangkan untuk bios yang lain dengan menekan F2 atau F1
(tergantung optional di BIOS).
Bios dapat digunakan untuk mendeteksi hard disk yang
terpasang dan dapat juga digunakan untuk mengetahui kondisi suhu dari CPU, dan
motherboard. mendeteksi suhu dapat juga digunakan untuk mendeteksi kecepatan
putaran fan CPU dan FAN system motherboard. Dengan menggunakan BIOS dapat
dilihat perangkat keras yang terpasang pada komputer apakah sudah terhubung
dengan motherboard atau belum.
8.
CPU
Kondisi CPU yang perlu dipantau adalah penggunaan
resource dan suhu pada prosessor tersebut. Untuk suhu prosessor dipengaruhi
dari heatsink dan fan yang digunakan. Untuk itu kondisi heatsink harus
dipastikan menempel erat dengan prosesor, sedangkan untuk fan harus dipastikan
dapat berputar dengan lancar dan memiliki putaran minimum 5400 rpm.
9.
Harddisk
Kondisi hard disk dapat dilihat dari dua sisi yaitu
software dan hardware. Dari sisi hardware hanya dapat diketahui kondisi hard
disk jika sudah mengalami gejala kerusakan yaitu dari suara hard disk yang
mulai berisik saat diakses. Sedangkan dari sisi software dapat diketahui
kondisi hardware secara lebih mendalam meliputi kondisi ruang kosong hard disk,
fragmentasi file, dan ada tidaknya bad sector pada hard disk.
Disk defragmenter merupakan tool bawaan windows,
tool ini digunakan untuk merawat hard disk dari file yang terfragmentasi. File
yang terfragmentasi akan mengurangi space hard disk dan akan memperlambat
sistem. Scandisk digunakan untuk melakukan perawatan hard disk dan system,
meliputi: file alocation table, struktur file, ada tidaknya bad sector dalam
hard disk.
10.
DirectX
Kondisi yang perlu diperhatikan untuk VGA Card yaitu
dengan memperhatikan putaran fan pada chipset VGA card tetap lancar tanpa ada
bunyi yang berisik. Sedangkan untuk sisi software dapat digunakan tool direct
X, dengan tool ini dapat diketahui ada trouble atau tidak.
DirectX digunakan untuk mendiagnosis secara
keseluruhan komponen yang berhubungan dengan multimedia, seperti VGA card,
soundcard, dan LAN card. dilengkapi dengan tool yang mampu digunakan untuk
mendiagnosa sebuah komponen dalam kondisi trouble atau tidak.
Device manager digunakan untuk mengetahui kondisi
komponen PC secara menyeluruh. Yaitu kondisi bahwa komponen sudah dapat
dideteksi oleh sistem atau kondisi komponen tidak mengalami trouble pada
drivernya. Serta, dapat digunakan untuk menghidupkan dan mematikan komponen
untuk keperluan tertentu. Dari device manager inilah dapat dilakukan update
driver.
BAB
III
Kegiatan
Belajar 3 : Perawatan Peralatan
1.
Struktur Dan Fungsi Komputer
Secara umum, system
terdiri dari elemen-elemen yang saling berhubungan membentuk satu kesatuan
untuk melaksanakan suatu tujuan pokok dari sistem tersebut.
Tujuan pokok dari sistem komputer adalah mengolah
data untuk menghasilkan informasi sehingga perlu didukung oleh elemen-elemen
yang terdiri dari perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan
brainware.
Struktur komputer didefinisikan sebagai cara-cara
dari tiap komponen saling terkait. Sedangkan fungsi komputer didefinisikan
sebagai operasi masing-masing komponen sebagai bagian dari struktur.
Adapun fungsi dari masing-masing komponen dalam
struktur tersebut adalah sebagai berikut :
a. Input
Device (Alat Masukan)
Adalah
perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai alat untuk memasukan data atau
perintah ke dalam komputer.
b. Output
Device (Alat Keluaran)
Adalah
perangkat keras komputer yang berfungsi untuk menampilkan keluaran sebagai
hasil pengolahan data.
c. I/O
Ports
Digunakan
untuk menerima ataupun mengirim data ke luar sistem.
d. CPU
(Central Processing Unit)
merupakan
otak system komputer, dan memiliki dua bagian fungsi operasional, yaitu: ALU
(Arithmetical Logical Unit) sebagai pusat pengolah data, dan CU (Control Unit)
sebagai pengontrol kerja komputer.
e. Memori
RAM,
yang dapat diakses secara acak (dapat diisi/ditulis, diambil, atau dihapus
isinya) oleh pemrogram. ROM hanya dapat dibaca sehingga pemrogram tidak bias
mengisi sesuatu ke dalam ROM.
2.
POST (Power On Self Test)
POST (Power on Self-Test)
yaitu test yang dilakukan oleh PC untuk mengecek fungsi-fungsi komponen
pendukung PC apakah bekerja dengan baik.
Adapun urutan prosedur POST adalah sebagai berikut :
1. Test Power Supply ditandai dengan lampu power
hidup dan kipas pendingin power supply berputar.
2. Secara otomatis dilakukan reset terhadap kerja
CPU oleh sinyal power good yang dihasilkan oleh power supply jika dalam kondisi
baik pada saat dihidupkan.
3. Pengecekkan terhadap BIOS dan isinya.
4. Pengecekkan terhadap CMOS
5. Melakukan pengecekkan CPU, timer (pewaktuan),
kendali memori akses langsung, memory bus dan memory module.
6. Memori sebesar 16 KB harus tersedia dan dapat
dibaca/ditulis untuk keperluan ROM BIOS dan menyimpan kode POST.
7. Pengecekkan I/O controller dan bus controller
Jika
ada salah satu prosedur POST yang tidak berhasil dilewati maka PC akan menerima
pesan/peringatan kesalahan dari POST.
3.
Perawatan Peralatan
Untuk melakukan
perawatan peralatan, dibutuhkan beberapa alat bantu atau tools-kit sebagai
berikut :
•Obeng (obeng (+) , obeng (-), serta obeng
bintang/kembang.)
•Tang
Untuk melakukan perbaikan periferal, digunakan tang
cucut dan tang kombinasi.
•Kuas
Merupakan peralatan yang digunakan untuk
membersihkan debu atau sarang serangga.
•Kain kering atau tisu dan cairan pembersih
Kain kering atau tisu digunakan untuk membersihkan
kotoran.
•Penyedot debu mini
untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada
periferal.
Berikut beberapa komponen PC yang perlu dilakukan
perawatan:
a. Casing
b. DVD-ROM dan DVD-RW
c. Hard Disk
d. VGA
e. Memori
f. Power Suply
g. CPU (Central Processing Unit)
h. Motherboard
i. Expansion Card
4.
Perbaikan Peripheral
Periferal komputer
merupakan peralatan pendukung dari sebuah PC. Sebelum melakukan perbaikan,
perlu disusun langkah- langkah persiapan perbaikan sebagai berikut :
• Mempersiapkan alat-alat bantu yang digunakan untuk
perbaikan
• Mendiagnosa kerusakan-kerusakan yang terjadi
• Menemukan bagaimana cara melakukan perbaikan
peripheral tersebut
• Melakukan perbaikan peripheral
a. Keyboard
Kerusakan yang sering
terjadi pada keyboard adalah tidak dikenalnya keyboard oleh komputer. Pada saat
proses booting, tiba-tiba komputer
macet dan muncul pesan kesalahan “Keyboard error or
no keyboard present”. Jika terjadi seperti itu, maka yang harus dilakukan
adalah :
•Matikan kembali komputer dan cek apakah kabel
keyboard telah tertancap dengan benar ke CPU.
•Jika perlu lepas dan tancapkan kembali kabel
keyboard tersebut untuk meyakinkan bahwa
koneksi sudah tepat.
•Jika komputer dihidupkan
kembali, dan pesan
kesalahan masih muncul, kemungkinan pertama adalah keyboardnya yang
rusak.
•Coba
dengan keyboard yang
lain untuk memastikan bahwa keyboardnya yang rusak.
•Jika
dengan mengganti keyboard
pesan kesalahan masih
tetap muncul, berarti bukan keyboard yang rusak. Tetapi bisa saja port
keyboard di motherbord yang rusak.
b. Fan
Masalah yang timbul
komputer akan cepat panas, sering hang,
Reboot dengan sendirinya dikarenakan fan pendingan mati. Langkah – langkah
perbaikan adalah:
•Memeriksa
fan yang terdapat
dalam casing komputer
apakah kabel power sudah terpasang dengan baik.
•Bersihkan kotoran-kotoran yang ada didalamnya.
•Lepas penutup poros fan, serta diberi sedikit pelumas supaya gerakan
fan tidak ada hambatan.
•Jika sambungan kabel power sudah benar dan fan
sudah bersih dari kotoran tetapi masih tetap
mati, kemungkinan besar fan
rusak.
Masalah yang lain adalah fan terlalu berisik. Untuk
mengetahui dari mana asalnya suara fan tersebut, langkah yang diambil adalah :
•Matikan komputer dan buka casing komputer lalu
hidupkan komputer dalam keadaan casing terbuka.
•Cek apakah mungkin ada kabel yang menyangkut pada
fan.
•Jika ada kabel yang menyangkut pada fan, pada saat
proses booting komputer, tombol power yang terdapat pada monitor sudah ditekan
tetapi monitor tetap gelap dan tidak mau menyala. Jika masalahnya monitor
tidak rapikanlah agar tidak mengenai
fan.
c. Monitor
Tombol power yang
terdapat pada monitor sudah ditekan tetapi monitor tetap gelap dan tidak mau
menyala. maka prosedur yang dilakukan adalah :
•Pastikan bahwa tombol power dalam keadaan ON.
•Jika lampu indikator tidak menyala, lihat kabel
power baik pada monitor maupun yang ke arah outlet listrik.
•Apabila tetap tidak menyala, gantilah dengan kabel
power lain.
•Jika lampu indikator pada monitor hidup dan
berwarna orange atau berkedip-kedip, cek kabel
•video yang menghubungkan monitor dengan CPU apakah
sudah terpasang dengan benar.
•Apabila dengan pengecekan di atas masalah ini tetap
tidak teratasi berarti ada problem pada sinyal video board adapter CRT.
d. Printer
Printer dalam keadaan
ON, dan kertas telah terpasang dengan baik tetapi printer tidak mau bergerak
dan proses percetakan dinyatakan gagal. Untuk mengatasinya prosedur yang
dilakukan :
•Pengetesan printer dengan menggunakan print test
page pada driver printer.
•Untuk melakukan hal tersebut dapat melalui Start,
pilih Devices and Printers. Kemudian klik kanan pada printer yang digunakan
lalu pilih Properties.
•Dalam tab General, klik tombol Print Test Page.
•Jika setelah tombol ditekan, printer bisa mencetak
berarti tidak ada masalah pada printer.
•Jika tidak, berarti ada masalah pada printernya
atau pada koneksi port printernya.
•Jika proses pencetakan gagal berarti ada masalah
pada printernya.
e. Pemeriksaan Peripheral
Pemeriksaan dimaksudkan
untuk mengetahui apakah perbaikan sudah berhasil atau belum.
5.
Perbaikan Konektifitas
Perbaikan konektifitas
merupakan tindakan untuk memperbaiki atau menghubungkan komputer client dengan
komputer jaringan. Tindakan yang dilakukan adalah termasuk pemasangan dan
konfigurasi ulang perangkat yang diganti. Tindakan-tindakan yang harus
dilakukan untuk mengetahui apakah konektifitas yang telah dilakukan berhasil
dapat dilakukan dengan cara :
a. Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan
b. Pengujian konektifitas jaringan
Pengujian dilakukan dengan menggunakan CMD(Command
Prompt) untuk melihat konfigurasi pada TCP/IP dengn mengetikkan IPCONFIG.
Perintah IPCONFIG digunskan untuk mengetahui beberapa informasi berikut :
1) Host Name
2) Diskripsi Kartu jaringan
3) Physical Adapter
4) IP Addres
5) Subnet Mask
c. Pembuatan laporan hasil perbaikan pekerjaan yang
telah dilakukan. Hal ini untuk mempermudah perawatan selanjutnya.
6.
Perawatan Jaringan
Hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam membuat dokumentasi jaringan, yaitu:
1) Dokumentasi fisik jaringan
2) Dokumentasi jaringan logika
3) Dokumentasi perangkat lunak jaringan
4) Dokumentasi sarana pendukung jaringan
Monitoring jaringan atau pemantauan jaringan
merupakan kegiatan rutin yang bisa membantu untuk mendeteksi sedini mungkin
bila ada perubahan pada jaringan. Dengan monitoring juga bisa mendeteksi
terjadinya penurunan kinerja jaringan dan sistem yang ada pada jaringan
tersebut.
Jika terjadi kerusakan pada instalasi kabel
jaringan, untuk mengecek kondisi kabel jaringan, bisa menggunakan alat-alat
sebagai berikut :
a. Multimeter, digunakan untuk mengukur beberapa
jenis satuan listrik, yaitu:
·
Tegangan listrik (Volt), untuk mengukur
tegangan listrik.
·
Arus listrik (Ampere), untuk mengukur
arus listrik.
·
Tahanan atau resistansi (Ohm), untuk
mengukur besarnya resistansi pada suatu komponen.
b. Cable Tester, digunakan untuk mengecek kabel
coaxial maupun kabel UTP. Alat ini terdiri dari 2 bagian, yaitu sebagai tester
dan sebagai terminator untuk kabel UTP.
7.
Diagnosa Permasalahan Jaringan
Pada jaringan yang
sudah beroperasi penuh, hal-hal berikut bisa menjadi penyebab timbulnya
masalah:
a. Perubahan konfigurasi perangkat lunak
b. Kegagalan-kegagalan proses akibat faktor luar
c. Gangguan fisik jaringan
d. Kekurangtahuan pengguna jaringan
e. Daya tahan perangkat jaringan
f. Penurunan kinerja perangkat jaringan (S., 2013)
Daftar
Pustaka
S., F. I. (2013). Komputer
Terapan Jaringan XI-2. Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
download file' nya disini bro !!!




Leave a Comment