Sistem Komputer XI Semester 1
BAB I
Sistem Input-Proses-Output
KB 1. Sistem, fungsi, dan struktur masukan
Sistem Masukkan (input)
Sistem input
adalah suatu jaringan yang bekerja sama dan saling berhubungan untuk memasukkan
data ke dalam sistem komputer yang akan diolah oleh suatu program tertentu
melalui sebuah perangkat masukkan (input device).
Fungsi Masukkan (Input)
Perangkat
input dalam (Stalling, 1997, hal. 67) merupakan suatu komponen dalam sistem
komputer yang bertanggung jawab atas pemasukkan data dari sebuah perangkat luar
atau lebih.
Fungsi
menjalankan tugas bagi perangkat masukkan adalah:
1.
Kontrol dan pewaktuan
2. Komunikasi
CPU
3. Komunikasi
perangkat eksternal.
4.
Pem-buffer-an data
Fungsi kontrol dan
pewaktuan (control & timing) merupakan hal yang penting untuk mensinkronkan
kerja masing-masing komponen penyusun komputer.
Fungsi komunikasi
antara input masukkan dengan CPU dan perangkat eksternal memungkinkan adanya
sebuah transfer data yang tidak akan terlepas keterkaitannya dengan penggunaan
sistem bus, maka akan melibatkan kontrol dan pewaktuan sebuah arbitrasi bus
atau lebih.
Fungsi selanjutnya
adalah buffering. Tujuan utama buffering adalah mendapatkan penyesuaian data sehubungan
perbedaan laju transfer data dari perangkat peripheral dengan kecepatan
pengolahan pada CPU.
Fungsi masukkan/alat
input menurut Jogiyanto (Jogiyanto, 2005, hal. 123) adalah untuk memasukkan
data ke dalam sistem komputer. Selain itu juga memiliki fungsi untuk memasukkan
program ke dalam sistem komputer.
Struktur Masukkan (input)
Struktur input
dalam (Supriyanto, 2005, hal. 49) berupa interupsi input, DMA (Direct Memory
Access) serta perbedaan dalam penanganan interupsi.
Interupsi
input bertugas memulai operasi input, CPU meload register yang bersesuaian ke
device controller.
Sedangkan
Direct Memory Access (DMA) merupakan suatu metode
penanganan
input dimana device controller langsung berhubungan dengan
memori tanpa
campur tangan CPU.
Setelah menset
buffers, pointers, dan counters untuk perangkat input, device controller
mentransfer blok data langsung ke penyimpanan tanpa campur tangan CPU. DMA
digunakan untuk perangkat input dengan kecepatan tinggi. Hanya terdapat satu
interupsi setiap blok,
berbeda dengan
perangkat yang mempunyai kecepatan rendah dimana interupsi terjadi untuk setiap
byte (word).
KB 2. Teknik input-output
Menurut
Stalling (Stalling, 1997, hal. 70) terdapat tiga buah teknik dalam operasi
Input-Output, yaitu I/O terprogram, interrupt-driven, dan DMA (Direct Memory
Access).
I/O terprogram
Pada I/O
terprogram, data saling dipertukarkan antara CPU dan modul I/O.
Kelemahan
teknik ini adalah CPU akan menunggu sampai operasi I/O selesai dilakukan modul
I/O sehingga akan membuang waktu, apalagi CPU lebih cepat proses operasinya.
Terdapat empat
klasifikasi perintah I/O, yaitu:
1) Perintah control.
Perintah ini
digunkan untuk mengaktivasi perangkat peripheral dan memberitahukan tugas yang
diperintahkan padanya.
2) Perintah test.
Perintah ini
digunakan CPU untuk menguji berbagai kondisi status modul I/O dan
peripheralnya.CPU perlu mengetahui perangkat peripheralnya dalam keadaan aktif
dan siap digunakan, juga untuk mengetahui operasi – operasi I/O yang dijalankan
serta mendeteksi kesalahannya.
3) Perintah read.
Perintah pada
modul I/O untuk mengambil suatu paket data kemudian menaruh dalam buffer
internal. Proses selanjutnya paket data dikirim melaluibus data setelah terjadi
sinkronisasi data maupun kecepatan transfernya.
4) Perintah write.
Perintah ini
kebalikan dari read. CPU memerintahkan modul I/O untuk mengambil data dari bus
data untuk diberikan pada perangkat peripheraltujuan data tersebut.
Dalam teknik
I/O terprogram, terdapat dua macam inplementasi perintah I/O yang tertuang
dalam instruksi I/O, yaitu: memory-mapped I/O dan isolated I/O.
Dalam memory-mapped I/O,
terdapat ruang tunggal untuk lokasi memori dan perangkat I/O. CPU memperlakukan
register status dan register data modul I/O sebagai lokasi memori dan
menggunakan instruksi mesin yang sama untuk mengakses baik memori maupun
perangkat I/O.
Dalam teknik isolated I/O,
dilakukan pemisahan ruang pengalamatan bagi memori dan ruang pengalamatan bagi
I/O. Dengan teknik ini diperlukan bus yang dilengkapi dengan saluran
pembacaan dan
penulisan memori ditambah saluran perintah output. Keuntungan isolated I/O
adalah sedikitnya instruksi I/O.
Interrupt-Drivenn I/O
Teknik
interrupdriven I/O memungkinkan proses tidak membuang-buang waktu. Dalam teknik
ini kedali perintah masih menjadi tanggung jawab CPU, baik pengambilan perintah
dari memori maupun pelaksanaan isi perintah tersebut.
Pengolahan
interupsi saat perangkat I/O telah menyelesaikan sebuah
operasi I/O
adalah sebagai berikut:
a. Perangkat
I/O akan mengirimkan sinyal interupsi ke CPU.
b. CPU
menyelesaikan interupsi tersebut, kalau valid maka CPU akan mengirimkan sinyal
acknowledgment ke perangkat I/O untuk menghentikan interupsinya.
c. CPU mempersiapkan
pengontrolan transfer ke rountine interupsi. Hal yang dilakukan adalah
menyimpan informasi yang diperlukan untuk melanjutkan operasi yang tadi
dijalankan sebelum adanya interupsi. Informasi yang diperlukan berupa:
·
Status prosesor, berisi register
yang dipanggil PSW (Program Status Word).
·
Lokasi intruksi berikutnya yang
akan dieksekusi.
Informasi
tersebut kemudian disimpan dalam stack pengontrol sistem.
d. Kemudian
CPU akan menyimpan PC (Program Counter) eksekusi sebelum interupsi ke stack
pengontrol bersama informasi PSW. Selanjutnya mempersiapkan PC untuk penanganan
interupsi.
e. Selanjutnya
CPU memproses interupsi sampai selesai.
f. Apabila
pengolahan interupsi selesai, CPU akan memanggil kembali informasi yang telah
disimpan pada stack pengontrol untuk meneruskan operasi sebelum interupsi.
terdapat bermacam teknik yang digunakan CPU dalam menangani program interupsi
ini, diantaranya:
·
Multiple Interrupt Lines
Multiple
Interrupt Lines merupakan teknik penanganan program interupsi paling sederhana
dengan menggunakan saluran interupsi berjumlah banyak antara CPU dan
modul-modul I/O.
·
Software Poll
Software Poll
merupakan teknik penanganan interupsi dimana prosesnya apabila CPU mengetahui
adanya sebuah interupsi, maka CPU akan menuju ke rountine layanan interupsi
yang tugasnya melakukan poll seluruh modul I/O untuk menentukan modul yang
melakukan interupsi. Kerugian software poll adalah memerlukan waktu yang lama
karena harus mengidentifikasi seluruh modul untuk mengetahui modul I/O yang akan
melakukan interupsi.
·
Daisy Chain.
Daisy Chain
merupakan teknik penanganan interupsi yang lebih efisien dibandingkan dengan
yang menggunakan hardware poll.Seluruh modul I/O tersambung dalam saluran
interupsi CPU secara melingkar (chain). Apabila ada permintaan interupsi, maka
CPU akan menjalankan sinyal acknowledge yang berjalan pada saluran interupsi
sampai menjumpai modul I//O yang mengirimkan interupsi.
·
Arbitrasi bus
Arbitrasi bus
merupakan teknik penanganan interupsi dimana pertama-tama modul I/O memperoleh
kontrol bus sebelum modul ini menggunakan saluran permintaan interupsi. Dengan
demikian hanya akan terdapat sebuah modul I/O yang dapat melakukan interupsi.
Direct Memory Access (DMA)
Prinsip kerja
DMA adalah CPU akan mendelegasikan kerja I/O kepada DMA dan akhir proses saja.
Dengan demikian CPU dapat menjalankan proses lainnya tanpa banyak terganggu
dengan interupsi.
Dalam
melaksanakan transfer data secara mandiri, DMA memerlukan pengambilalihan
kontrol bus dari CPU. Teknik terakhir lebih umum digunakan sering disebut
cycle-stealing, karena modul DMA mengambil alih siklus bus.
KB 3. Perangkat Pemroses
Pengertian Perangkat Pemroses
Menurut
Jogiyanto (Jogiyanto, 2005, hal. 153), perangkat pemroses adalah alat dimana
intruksi-intruksi program diproses untuk mengolah data yang sudah dimasukkan
lewat alat input dan hasilnya akan ditampilkan di alat output.
Tugas CPU
adalah melaksanakan dan mengawal keseluruhan operasi komputer sehingga sering
dinamakan sebagai otak komputer. CPU memiliki 3 komponen utama yang merupakan
bagian tugas utama CPU yaitu:
1.
Unit
Kendali (Control Unit/CU), bertugas: (a) Mengatur dan
mengendalikan alat- alat input dan output, (b) Mengambil intruksi-intruksi dari
main memory, (c) Mengambil data dari main memory, (d) Mengirim intruksi ke
arithmetic and logic unit bila ada perhitungan aritmatika, (e) Menyimpan hasil
proses ke main memory.
2. Arithmetic and Logic Unit
(ALU), bertugas
melakukan semua perhitungan aritmatika atau matematika yang terjadi sesuai
dengan instruksi program dan melakukan keputusan dari operasi logika sesuai
dengan instruksi program. Operasi logika (logical operation) meliputi
perbandingan dua buah elemen logika dengan menggunakan operator logika, yaitu:
(1) Sama dengan ( = ), (2) Tidak sama dengan ( <> ), (3) Kurang dari (
< ), (4) Kurang atau sama dengan dari ( <= ), (5) Lebih besar dari ( >
), (6) Lebih besar atau sama dengan dari ( >= )
3.
Register,
merupakan simpanan kecil yang mempunyai kecepatan tinggi. Ada 3 macam ingatan
yang dipergunakan di dalam sistem komputer, yaitu: (1) Register, (2) Main
memory, (3) Ekternal memory. Register yang berhubungan dengan instruksi yang
sedang diproses adalah instruction register dan program counter.
System keluaran komputer
System output
adalah hasil dari suatu proses menerima data dari hasil pengolahan pada bagian
pemroses. Perangkat keluaran digunakan untuk menampilkan hasil yang dikerjakan
oleh prosesor. Hasil tersebut bias ditampilkan dalam bentuk hardcopy atau
setakan.
KB 4. Modul Input Output (I/O) terprogram (PPI)
Modul Input Output Terprogram
Pada I/O
terprogram menurut Stalling, merupakan salah satu teknik inputoutput
dimana data
saling dipertukarkan antara CPU dan modul I/O. CPU mengeksekusi program yang
memberikan operasi I/O kepada CPU secara langsung, seperti pemindahan data,
pengiriman perintah baca maupun tulis, dan monitoring perangkat.
Kelemahan
teknik ini adalah CPU akan menunggu sampai operasi I/O selesai dilakukan modul
I/O sehingga akan membuang waktu.
Terdapat empat
klasifikasi perintah I/O, yaitu: (a) Perintah control, (b) Perintah test, (c)
Perintah read, (d) Perintah write. Dalam teknik I/O terprogram, terdapat dua
macam inplementasi perintah I/O yang tertuang dalam instruksi I/O, yaitu:
memory-mapped I/O dan isolated I/O.
1. Perintah control
Perintah ini
digunakan untuk mengaktivasi perangkat peripheral dan memberitahukan tugas yang
diperintahkan padanya.
2. Perintah test
Perintah ini
digunakan CPU untuk menguji berbagai kondisi status modul I/O dan
peripheralnya. CPU perlu mengetahui perangkat peripheralnya dalam keadaan aktif
dan siap digunakan, juga untuk mengetahui operasi-operasi I/O yang dijalankan
3. Perintah read
Perintah pada
modul I/O untuk mengambil suatu paket data kemudian menaruh dalam buffer
internal. Proses selanjutnya paket data dikirim melalui bus data setelah
terjadi sinkronisasi data maupun kecepatan transfernya.
4. Perintah write
Perintah ini
kebalikan dari read. CPU memerintahkan modul I/O untuk mengambil data dari bus
data untuk diberikan pada perangkat peripheral tujuan data tersebut.
BAB II
Perangkat Eksternal/Peripheral
KB 1. Peripheral Input (keyboard, mouse,
touchscreen,barcode reader, image scanner, webcam)
Peripheral
input (perangkat input) adalah perangkat yang digunakan untuk memasukkan data
atau perintah kedalam komputer.
Contoh alat
masukkan (Input):
1.
Keyboard
(Papan Tombol) adalah alat masukkan melalui proses pengetikkan lewat penekanan
tombol yang ada di keyboard. Keyboard terdiri atas tombol pengetikan, angka,
fungsi, dan tombol kontrol. Keyboard dihubungkan dengan komputer menggunakan
sebuah kabel atau tanpa kabel (menggunakan sinar infra merah).
2. Mouse
adalah pointing device yang digunakan untuk mengatur posisi cursor di layar
dengan cara menggerakkan atau menggesernya. Sebagian besar mouse memiliki tiga
tombol yaitu tombol kiri, tengah dan kanan. Penekanan tombol mouse disebut
click, sedangkan pergerakan penunjuk mouse disebut drag.
3. Touchscreen/ Layar sentuh adalah
layar monitor yang akan mengaktifkan program bila bagian tertentu di layar
disentuh dengan tangan. Layar sentuh ini biasanya terbungkus oleh plastik dan di
belakangnya terdapat sinar inframerah yang tidak terlihat.
4. Barcode reader merupakan
alat untuk membaca kode / pola barcode pada barang-barang yang dijual di
toko-toko swalayan untuk mempercepat proses pemasukan data transaksi penjualan.
Barcode dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu barcode
1 dimensi dan barcode 2 dimensi.
5.
Image
Scanner merupakan piranti yang dapat mengambil
masukan data gambar, foto, bahkan juga tulisan tangan. Hasil scan akan diubah
menjadi isyarat digital dan akan ditampilkan di monitor komputer kemudian dapat
disimpan sebagai file serta dapat diubah / dimodifikasi sesuai kebutuhan.
Scanner bekerja pada resolusi warna 1-bit (binary digit), 8-bit (256 warna), atau
24 bit (lebih dari 16 juta warna). Semakin besar resolusi scanner akan
memberikan hasil yang lebih baik.
6.
Webcam
(web camera) merupakan perangkat sederhana berupa alat perekam atau kamera mini
yang terhubung dengan internet. Webcam memberikan kemudahan penggunanya untuk
berkomunikasi jarak jauh dengan menampilkan video call melalui fitur yang
didukung dengan internet.
KB 2. Peripheral Output (monitor, LCD, printer,
plotter)
Alat
Keluaran (Output Device) adalah perangkat keras komputer yang berfungsi untuk
menampilkan / mencetak keluaran sebagai hasil pengolahan data.Alat keluaran
terdiri atas hard copy, softcopy.
Contoh alat
keluaran, antara lain:
1.
Monitor,
merupakan suatu alat yang digunakan sebagai output data tampilan grafis pada
komputer tersebut. Ketajaman gambar yang ditampilkan pada sebuah layar monitor
sangat ditentukan oleh resolusi. Ada beberapa jenis atau tipe monitor yang
paling populer yaitu CRT (tampilan monitornya dihasilkan dari pancaran sinar
katoda yang berkecepatan tinggi di dalam sebuah tabung yang hampa udara) dan LCD
(menggunakan kristal cair sebagai bahan utamanya).
2.
Printer
adalah perangkat keras (hardware) dimana perangkat itu akan bekerja apabila
pengguna menghubungkannya dengan perangkat komputer, yang bisa digunakan untuk
keperluan mencetak tulisan, gambar, dan grafik ke dalam bentuk kertas atau
sejenisnya.
3.
Plotter,
merupakan jenis printer yang dirancang secara khusus guna menghasilkan output
komputer yang berupa gambar ataupun grafik. Dengan menghubungkan plotter pada
sistem komputer, maka pelbagai bentuk gambar akan dapat disajikan secara prima.
KB3 3. Peripheral Storage (external hard drive,
flash drive, disk drive, CD/DVD ROM drive)
Peripheral
storage adalah perangkat penyimpanan.
Contoh dari peripheral storage ini,
antara lain:
1.
External
hard drive, yaitu media penyimpan data yang berada
di luar casing komputer.
2.
Flash
drive adalah alat penyimpan data/file yang
berupa NAND. Di dalam perangkat ini, tertanam controller dan memori penyimpan
data yang bersifat non–volatile alias tidak akan hilang meskipun tidak terdapat
daya listrik.
Flashdisk berfungsi untuk
menyimpan dan memindahkan data.
3.
CD/DVD
ROM drive, merupakan sebuah piringan kompak dari
jenis piringan optik (optical disc) yang dapat menyimpan data. CD-ROM drive
hanya bisa digunakan untuk membaca sebuah CD dan untuk melakukan
penginstalasian sebuah OS (OPERATING SYSTEM), Game, atau Software-software
lainnya.
Secara garis besar CD-ROM
dibedakan menjadi 2 menurut tipenya yaitu :
ATA/IDE dan SCSI.
KB 4. Peripheral Input/Output (modem, NIC)
1.
Modem,
berasal dari singkatan Modulator Demodulator. Modulator merupakan bagian yang
mengubah sinyal informasi ke dalam sinyal pembawa (carrier) dan siap untuk
dikirimkan, sedangkan Demodulator adalah bagian yang memisahkan sinyal
informasi (yang berisi data atau pesan) dari sinyal pembawa yang diterima
sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan baik.
Data
dari komputer yang berbentuk sinyal digital diberikan kepada modem untuk
diubah menjadi sinyal analog, ketika
modem menerima data dari luar berupa sinyal analog, modem mengubahnya kembali
ke sinyal digital supaya dapat diproses lebih lanjut oleh komputer.
2.
NIC
(Network Interface Card) atau Kartu Jaringan atau LAN
Card atau Etherned Card merupakan suatu perangkat yang menyambungkan kabel
jaringan dengan computer serta menyediakan pengalamatan secara fisik.
BAB III
Struktur dan
Interkoneksi Bus
KB 1. Jenis dan fungsi masing-masing Bus
Bus atau
disebut juga pathway merupakan sirkuit yang merupakan jalur transportasi
informasi antara dua atau lebih alat-alat dalam sistem komputer. Bus yang
menghubungkan CPU dengan main memory disebut dengan internal bus. Sedangkan bus
yang menghubungkan CPU alat-alat input/output disebut dengan external bus.
Berdasarkan
jenis busnya, bus dibedakan menjadi bus yang khusus menyalurkan data tertentu,
misalnya paket data saja atau alamat saja, jenis ini disebut dedicated bus.
Namun apabila bus dilalukan informasi yang berbeda baik data, alamat maupun
sinyal kontrol dengan metode mulipleks data maka bus ini disebut multiplexed
bus. Jenis bus yang lainnya pada computer, yaitu Bus PCI (Peripheral Component
Interconnect); Bus USB; Bus SCSI (Small Computer System Interfaces); Bus Fire
Wire.
·
Bus
PCI adalah bus yang tidak tergantung
prosesor dan berfungsi sebagai bus mezzanine atau bus peripheral.
·
Bus
USB, semua perangkat peripheral tidak
efektif apabila dipasang pada bus berkecepatan tinggi PCI, sedangkan banyak
peralatan yang memiliki kecepatan rendah seperti keyboard, mouse, dan printer.
·
Bus
SCSI (Small Computer System Interfaces) adalah
perangkat peripheral eksternal yang dipopulerkan oleh Macintosh pada tahun
1984. SCSI merupakan interface standard untuk drive CDROM, peralatan audio,
hard disk, dan perangkat penyimpanan eksternal berukuran besar. SCSI
menggunakan interface paralel dengan 8, 16 atau 32 saluran data.
·
Bus Fire wire memiliki kelebihan
dibandingkan dengan interface I/O lainnya yaitu sangat cepat, murah dan mudah
untuk diimplementasikan. Kelebihannya adalah penggunaan transmisi serial
sehingga tidak memerlukan banyak kabel.
Menurut
Supriyanto jenis bus-bus pada komputer modern, antara lain: Bus prosesor.atau
FSB (Front-Side Bus), merupakan bus kecepatan tinggi dalam sistem dan merupakan
inti chipset dan motherboard. Bus ini digunakan terutama oleh prosesor untuk
melewatkan informasi ke dan dari cache atau memori utama dan North Bridge dari
chipset yang biasanya memiliki lebar bus 64 bit (8 byte).
KB2. Sistem bus (Address, Data, Control Bus)
Dalam
Stalling, bus merupakan lintasan komunikasi yang menghubungkan dua atau
lebih komponen
computer. Sebuah bus biasanya terdiri atas beberapa saluran.
Secara umum fungsi saluran bus
dikategorikan dalam tiga bagian, yaitu:
1.
Data
Bus, menurut Supriyanto adalah jalur-jalur
perpindahan data antar modul dalam
sistem komputer. Biasanya terdiri dari 8, 16, 32 atau 64 jalur data yang
paralel.
2.
Address
Bus (Bus Alamat), menurut Supriyanto digunakan
untuk menandakan lokasi sumber ataupun tujuan pada proses transfer data.
Address bus biasanya terdiri atas 16, 20, 24 atau 32 jalur parallel.
3.
Control
Bus, menurut Supriyanto digunakan untuk
mengontrol penggunaan serta akses data bus dan address bus. Control bus terdiri
dari 4 sampai 1 jalur paralel. Sinyal bus kendali antara lain: Memori read,
Memori write, I/O read, I/O write, Transfer ACK, Bus request, Bus grant,
Interrupt request, Interrupt ACK, Clock, dan reset.
KB 3. Skema interkoneksi bus ( hubunngan antara CPU,
Memori, dan Input-Output dalam bentuk minimal sistem )
Menurut
Jogiyanto, hubungan antara CPU dengan main memory ataupun
dengan
alat-alat input/output dilakukan dengan suatu jalur yang disebut dengan bus,
yang
dilekatkan pada memory data register, memory address register dan control
unit di CPU.
Sedangkan
bus yang menghubungkan CPU dengan alat-alat input/output dilekatkan terlebih
dahulu melalui suatu alat, antara lain:
1.
I/O
port. Alat-alat input/output dapat berkomunikasi
dengan CPU dengan cara mengirimkan informasi yang akan dikomunikasikan lewat
bus dan diterima di I/O port. I/O port biasanya digunakan untuk peripheral
device yang mempunyai kecepatan tinggi yang membutuhkan pengiriman blok data
yang rendah.
2.
DMA
(Direct Memory Access) merupakan suatu konsep yang akan
membuat komunikasi informasi antara peripheral device dengan main memory akan lebih
efisien, dengan melekatkan bus pada DMA controller yang dihubungkan dengan
peripheral device. Biasanya digunakan untuk peripheral device yang mempunyai
kecepatan tinggi yang membutuhkan pengiriman blok data yang besar, seperti
misalnya hard disk drive.
3.
I/O
Channel, merupakan suatu DMA controller yang
dipergunakan bersamasama untuk sejumlah alat-alat I/O, yang dihubungkan dengan
suatu channel lewat suatu control unit di CPU atau controller.
BAB IV
Kaidah dan
simbol-simbol yang digunakan pada Flowchart atau Struktogram
KB 1. Flowchart dan symbol-simbolnya
Flowchart
(Bagan Alir) adalah alat atau sarana yang menunjukkan langkahlangkah yang harus
dilaksanakan dalam menyelesaikan suatu permasalahan untuk komputasi dengan cara
mengekspresikannya ke dalam serangkaian simbol-simbol grafis khusus.
KB 2. Struktur seleksi dan berurutan
Ada
tiga macam struktur flowchart, sekuensial (berurutan), seleksi dan pengulangan.
1.
Struktur Berurutan
Struktur
dasar berurutan atau sekuensial merupakan struktur dasar algoritma yang
memproses langkah-langkah dengan cara berurutan. Jika dalam sebuah program
terdiri dari sepuluh baris maka setiap baris akan dikerjakan satu persatu
secara berurutan.
Salah
satu contoh bentuk diagram alir bagi struktur sekuensial ditunjukan oleh gambar
berikut:
2.
Struktur Seleksi
Dalam
struktur seleksi terjadi sebuah pemilihan langkah kerja (pengambilan keputusan)
yang didasarkan pada suatu kondisi. Dalam proses ini jika suatu kondisi
dipenuhi maka akan dilakukan langkah 1 sedangkan jika tidak dipenuhi maka akan
dilakukan langkah 2.
Struktur
seperti ini diilustrasikan dalam gambar berikut :
KB 3. Struktur Perulangan
Struktur
perulangan terdiri atas empat bagian :
1.
Kondisi perulangan, yaitu ekspresi boolean yang harus dipenuhi untuk
melaksanakan pengulangan.
2.
Badan perulangan, yaitu satu atau lebih instruksi yang akan diulang.
3.
Inisialisasi, yaitu aksi yang dilakukan sebelum perulangan dilakukan pertama
kali.
4.
Terminasi, yaitu aksi yang mengakibatkan perulangan dihentikan.
Macam – macam
struktur perulangan :
·
Struktur FOR
Instruksi
ini digunakan apabila kita mengetahui secara pasti banyaknya perulangan yang
akan dilakukan.
·
Struktur WHILE
Instruksi
perulangan ini dapat digunakan apabila kita belum mengetahui secara pasti
berapa kali banyaknya perulangan yang akan dilakukan. Berakhirnya proses
perulangan ditentukan oleh suatu kondisi.
·
Struktur do while
Pada
dasarnya perintah do while adalah perintah perulangan yang serupa dengan
perintah for dan while yang memberikan perintah untuk melakukan perulangan
selama kondisi masih terpenuhi. Bisa dikatakan perintah ini adalah alternatif
sintaksis yang tersedia dalam bahasa pemrograman untuk melakukan perulangan.
·
Struktur kombinasi
Selain
ketiga struktur dasar di atas dalam program seringkali digunakan kombinasi tiga
struktur tersebut secara bersamaan.
KB 4. Subroutin dan contoh memecahkan masalah
Subroutine
Subroutine
adalah satu bagian program yang bisa dikatakan terpisah dari program
utamanya.Struktur program yang demikian disebut dengan program struktur
modular.
Secara
garis besar sebuah program yang berisi subroutine, alur flowchartnya dapat
digambarkan sebagai berikut:
Beberapa cara
pemanggilan subroutine adalah sebagai berikut:
a. Statement GOSUB RETURN
Misal GOSUB
200
Berarti
memanggil subroutine yang diawali dengan label 200 dan diakhiri dengan RETUNR
b. Statement EN
Subroutine
yang dipanggil dengan fungsi EN ini harus diawali dengan statement DEF EN
dengan atau diakhiri statement END DEF
c. Statement CALL
Untuk
memanggil subroutine yang diawali dengan SUB dan diakhiri dengan END SUB
d. Statement FUNCTION
Untuk
memanggil subroutine yang diawali dengan FUNCTION dan diakhiri dengan END
FUNCTION
BAB V
Organisasi
Prosesor, Register, dan Siklus Intruksi
KB 1. Organisai Prosesor
CPU
adalah komponen pengolah data berdasarkan instruksi – instruksi yang diberikan
kepadanya, yang tersusun atas beberapa komponen, yaitu:
1. Arithmetic
and Logic Unit (ALU) atau language machine, bertugas membentuk
fungsi –
fungsi pengolahan data computer, yang terdiri dari dua bagian, yaitu unit
arithmetika
dan unit logika Boolean.
2. Control
Unit, bertugas mengontrol operasi CPU dan secara keselurahan
mengontrol
computer, termasuk mengambil instruksi – instruksi dari memori
utama dan
menentukan jenis instruksi tersebut.
3. Registers,
adalah media penyimpan internal CPU yang digunakan saat proses
pengolahan
data, yang bersifat sementara.
4. CPU
Interconnections, adalah sistem koneksi dan bus yang menghubungkan
komponen
internal CPU, yaitu ALU, unit kontrol dan register – register dan juga
dengan bus –
bus eksternal CPU.
Hal-hal yang
dilakukan CPU adalah sebagai berikut :
1. Fetch instruction
(mengambil instruksi).
2. Interpret
instruction (menterjemahkan instruksi).
3. Fetch data
(mengambil data).
4. Process
data (mengolah data).
5. Write data
(menulis data).
KB 2. Register
Sistem
Komputer menggunakan hirarki memori pada tingkatan yang atas, memori lebih
cepat, lebih kecil, lebih mahal. Di dalam CPU, terdapat sekumpulan register
yang tingkatan memorinya berada di atas hirarki memori utama dan cache
Register dalam
CPU memiliki dua fungsi:
1.
User-visible Register
User-visible
Register adalah register yang dapat direferensikan dengan
menggunakan
bahasa mesin yang dieksekusi CPU, User-visible terdiri dari :
a. General
Purpose Register
·
Digunakan untuk mode pengalamatan
dan data.
·
Akumulator ( aritmatika, Shift,
Rotate)
·
Base Register (Rotate,Shift,
aritmatika)
·
Counter Register ( Looping)
·
Data Register (menyimpan alamat
I/O device).
b. Register
Alamat
Digunakan
untuk mode pengalamatan
Segment
Register (Code Segment, Data Segment, Stack Segment, Extra Segment)
·
Register Index / Stack Index,
Data Index (untuk menyimpan alamat-alamat yang terindeks)
·
Stack Pointer (register yang
dedicated menunjuk kebagian teratas stack)
c. Register
Data
·
Digunakan untuk menampung data
d. Register
Kode Status Kondisi (Flag)
·
Kode yang menggambarkan hasil
operasi sebelumnya
2. Control and
Register
Control and
register adalah register-register yang digunakan oleh unit kontrol untuk
mengontrol operasi CPU dan oleh program sistem operasi untuk mengntrol eksekusi
program. Terdapat empat register yang penting adalah :
a. Program
Counter (PC)
·
Berisi alamat instruksi yang akan
diambil
b. Instruction
Register (IR)
·
Berisi alamat instruksi terakhir
c. Memory
Address Register (MAR)
·
Berisi alamat penyimpanan dalam
memorid.
d. Memori
Buffer Register (MBR)
·
Berisi data yang dibaca dari
memori atau yang diyliskan ke memori
e. Memori Data
Register (MDR)
·
Merupakan register yang digunakan
untuk menampung data atau instruksi hasil pengiriman dari memori utama ke CPU
atau menampung data yang akan direkam ke momori utama dari hasil pengolahan
CPU.
·
Fungsi CPU
1. Menjalankan
program – program yang disimpan dalam memori utama dengan
cara mengambil
instruksi – instruksi, menguji instruksi tersebut dan mengeksekusinya satu
persatu sesuai alur perintah.
2. Sehingga
langkah-langkah pada operasi CPU, yaitu operasi :
·
Pembacaan instruksi (fetch) dan
·
Pelaksanaan instruksi (execute)
KB 3. Siklus intruksi
Siklus mesin
adalah langkah-langkah yang dilakukan oleh prosesor computer untuk setiap
instruksi bahasa mesin yang diterima. Siklus mesin adalah proses siklus 4 yang
meliputi: Fetch (mendapatkan instruksi dari Main Memory); Decode
(menerjemahkannya ke dalam perintah computer); Execute (sebenarnya proses
perintah); dan Store (menulis hasilnya ke Memori Utama).
Sebuah siklus
instruksi (juga disebut mengambil-dan-execute siklus, mengambil-decode-execute
siklus, dan FDX) adalah periode waktu di mana komputer memproses sebuah mesin
bahasa instruksi dari perusahaan memori.
Setiap CPU
komputer dapat memiliki siklus yang berbeda berdasarkan set instruksi yang
berbeda, seperti mengambil instruksi, Decoder instruksi, Ambil data dari memori
utama, Jalankan instruksi, Toko Hasil, Siklus Fetch, dan Siklus Execute (Puspanda
Hatta & Agus Tri Haryanto, 2014)
Daftar Pustaka
Puspanda Hatta & Agus Tri Haryanto. (2014).
Sistem Komputer. Surakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Jika berminat filenya.. Anda bisa unduh disini







Leave a Comment